Tampilkan postingan dengan label Arif Fahmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arif Fahmi. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 April 2014

Aparat Gabungan Tangkap 4 Kapal Ikan Thailand

Empat Kapal ikan Thailand dan Burma di sergap oleh Tim aparat gabungan dari TNI dan Polri dperbatasan Bubon-Suak Dama Kabupaten Aceh Barat, 12 mil dari bibir pantai meulaboh dan mengamankan 60 anak buah kapal (abk) serta puluhan ton ikan hasil tangkapan selama tiga hari berada di laut aceh.

Kapal berhasil dievakuwasi oleh petugas Gabungan TNI dan Polri dari Polres Aceh Barat dan Kodim 0105 Kabupaten Aceh Barat Minggu Minggu (13/4/2104) jelang tengah malam dipelabuhan Jetty Meulaboh, berhasil meringkus 4 Kapten Kapal dan 60 anak buah kapal (abk) warga negara asing Burma dan Thailand serta 4 kapal dan puluhan ton ikan diamankan di pelabuhan Jety Meulaboh, seterusnya di bawa kemarkas kesatuan pengamanan perairan dan pantai (kppp) Aceh Barat guna menjalani proses hukum selanjutnya.

Kapolres Aceh Barat AKBP Faisal Rivai, sik mengatakan, usai mendapat informasi dari nelayan setempat, pasukannya dan aparat tni, langsung mengejar 6 kapal ikan negara asing di laut meulaboh sekitar pukul 17.00 wib yang sedang menjarah ikan di kwasan tersebut.

Sekitar 30 personil tni-polri dikerahkan dengan menggunakan satu kapal pol air dan 2 kapal nelayan ,namun karena pengejaran dimalam hari, dua kapal nelayan tersebut gagal di ditemukan.

Aparat gabungan hanya berhasil menangkap sebanyak 4 kapal motor dengan kapasitas 40 GT dan 60 abk.

Aparat keamanan sempat kewalahan dalam mengidintifikasi para nelayan tersebut yang tidak bisa berbahasa indonesia, untungnya di bantu oleh seorang warga setempat  yang  bisa berbahasa thainland  yang sedang ikut menonton drama penangkapan di pelabuhan jety meulaboh.

Guna memastikan tidak ada barang bawaan berbahaya dan terlarang yang kemungkinan diangkut nelayan tersebut, aparat gabungan tni polri bersenjata lengkap juga menggledah semua isi kapal yang di bantu anjing pelacak.

Alat tangkap yang digunakan nelayan tersebut merupakan alat tangkap tradisional  seperti pukat harimau yang bisa merusak ekosistem laut seperti terumbu karang dan membuat resah nelayan aceh. (Aceh Barat – Arif Fahmi)

Kamis, 10 April 2014

Penghitungan Suara Pemilu di Aceh Barat Terlambat

Satu hari setelah pemilihan legislatif di Aceh Barat banyak posko-posko pemenangan dari partai nasional dan daerah telat merekap hasil suara yang masuk di setiap desa-desa.

Penghitungan surat suara di Kabupaten Aceh Barat kali ini sangat terlambat dibandingkan pemilu Tahun 2009 lalu menyebabkan banyak posko pemenangan  partai telat merekap hasil suara.

Contohnya di posko pemenangan partai amanat nasional di Kecamatan Johan Pahlawan pun masih menunggu data suara yang masuk dari desa-desa merekapun  masih belum bisa merekap hasil suara yang masuk ke DPD Partai Amanat Nasional di Kabupaten Aceh Barat.

Ketua posko pemenangan partai amanat nasional ismail mengatakan bahwa rekap hasil suara di tahun ini jauh terlambat di hasil pileg tahun 2009 lalu.

keterlambatan tersebut dikarenakan surat suara yang terlalu lebar dan banyak lipatan yang membuat para pemilih pemula dan lansia lamban dalam mencoblos di bilik tps.

Keterlambatan hasil rekap suara sementara juga di pengaruhi banyaknya daerah terpencil yang tidak memiliki jaringan komunikasi serta tidak dapat di lalui kendaraan bermotor seperti desa sikundo antoeng, sakuy, krueng meulaboh dan pucok woyla yang rata rata menghabiskan setengah hari perjalan kaki.

hal yang sama juga di alami oleh partai gerindra keterlambatan rekap suara juga di sebabkan para pemilih datang terlambat dan batas waktu pemungutan suara terbatas.

Ketua DPD Gerindra H. Ridwan Zainal mengaku baru tiga tps dari kecamatan johan pahlawan yang masuk ke posko.

keterlambatan hasil rekap suara sementara di kawatirkan para partai politik akan memberi peluang besar terjadi kecurangan di tingkat desa.

namun semua saksi partai akan terus mengawasi para panitia pengumutan suara di setiap desa di kabupaten aceh barat.

dari hasil pantauan di kelurahan Ujong Kalak Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat para anggota pps mengeluh.

M.Yusal, SE sekretaris pps kelurahan tersebut  mengatakan anggotanya sudah bekerja keras dalam mengentri data selama 24 jam dengan berbagai alasan.


rekapan surat suara di tps juga dipengaruhi terlambatnya pemasokan tong kertas suara ke desa-desa serta banyaknya masyarakat yang terkendala dalam mencoblos surat suara. (Aceh Barat - Arif Fahmi)